HALLONEWS.COM – Kopi saat ini tak hanya sekadar sebagai minuman biasa tapi sudah menjadi trend dan gaya hidup kita. Sehingga banyak yang merasa ada yang kurang kalo belum minum kopi.
Hal itu wajar karena selama ini, kopi identik dengan energi, fokus, dan mood booster. Namun dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah penelitian juga menyoroti kemungkinan manfaat kopi terhadap kehidupan seksual seseorang.
Meski kebenaran manfaat kopi bagi kehidupan seksual belum teruji, sejumlah pakar mancanegara menyebut kafein dalam kopi dapat memberi efek fisiologis yang mendukung fungsi seksual, terutama terkait aliran darah, stamina, dan respons rangsangan.
Peneliti kesehatan pria dari University of Texas Health Science Center (UTHealth), Dr. David S. Lopez menjelaskan bahwa konsumsi kopi secara moderat berpotensi terkait dengan risiko lebih rendah terjadinya disfungsi ereksi.
Dalam analisis data kesehatan nasional di AS, tim Lopez menemukan bahwa pria yang mengonsumsi kafein setara dua hingga tiga cangkir dari kopi per hari memiliki peluang lebih kecil mengalami keluhan disfungsi ereksi dibanding mereka yang tak mengonsumsi kafein.
“Mekanismenya sangat mungkin terkait efek kafein dalam melemaskan otot polos dan meningkatkan aliran darah,” jelas Lopez dalam publikasi penelitiannya.
Ia menambahkan, peredaran darah yang lebih baik merupakan salah satu faktor kunci dalam tercapainya ereksi yang optimal. Meski demikian, Lopez menegaskan bahwa temuannya bersifat asosiasi, bukan sebab-akibat, dan efek positif tidak tampak pada pria dengan diabetes—kelompok yang memiliki risiko disfungsi ereksi lebih tinggi.
Sementara itu pada sisi perempuan, manfaat kopi juga jadi perhatian ilmiah. Dr. Leah McMahon, peneliti seksualitas perempuan dari sebuah laboratorium riset di AS yang bekerja bersama Prof. Cindy Meston, melakukan studi eksperimental kecil mengenai pengaruh kafein terhadap respon seksual wanita.
Dalam penelitian terkontrol, mereka memberikan dosis kafein setara 300 mg—sekitar dua hingga tiga cangkir kopi kuat—kepada partisipan perempuan yang mengalami penurunan gairah akibat efek samping antidepresan.
Hasilnya, para peneliti mencatat peningkatan pada vaginal pulse amplitude, sebuah indikator fisiologis yang menunjukkan meningkatnya respons genital.
McMahon menilai temuan ini “menarik dan menjanjikan”, meski masih sangat awal dan perlu dibuktikan lewat studi yang lebih besar.
“Kafein tampaknya meningkatkan kewaspadaan dan respons tubuh, yang bisa berdampak pada respons rangsangan,” ujarnya.
Meski begitu, para pakar sepakat bahwa kopi bukanlah solusi tunggal. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan jantung berdebar, kecemasan, dan sulit tidur—semuanya dapat mengganggu kehidupan seksual. Karena itu, batas aman konsumsi tetap sekitar dua hingga tiga cangkir per hari, tergantung toleransi masing-masing.
Pada akhirnya, kopi dapat menjadi pendukung alami untuk meningkatkan energi, suasana hati, dan mungkin aspek tertentu dari fungsi seksual. Namun untuk keluhan seksual yang berlangsung lama, konsultasi medis tetap menjadi langkah paling aman.(w-2/dari berbagai sumber)







