14 Mahasiswa dan Dosen AhmadiyahKunjungi GPIB Zebaoth Bogor, Ini yang Dibahas

HALLONEWS.COM – Sebanyak 14 mahasiswa Ahmadiyah dan dosennya mengunjungi gereja GPIB Zebaoth Bogor.

Kedatangan dosen dan 14 mahasiswa Ahmadiyah ini disambut Pendeta Jerry Tupamahu bersama Pnt Daud Darenoh, Pnt Betty Leuwikabesy selaku Ketua 2 dan Sekretaris 1 PHMJ (pelaksana harian majelis jemaat).

Pertemuan di gedung serba guna 1 pada Kamis 16 Oktober 2025 pukul 15.30 Wib hingga 17.30 Wib ini berlangsung hangat penuh keakraban.

Advertisements
Banner Hardee new

Pnt Betty, Sekretaris 1 PHMJ membuka dialog dengan menyapa Prof Rakeeman RAM Jumaah, yang memimpin rombongan.

Setelah itu, berturut-turut Pnt Daud selaku Ketua 2 yang membidangi Germasa (gereja dan masyarakat) dan Pdt Jerry Tupamahu.

Pnt Daud dalam awal dialognya menyapa Prof Rakeeman dan 14 mahasiswa semester 7 ini dengan penuh hangat.

“Ini gereja Zebaoth merupakan gereja peninggalan. Usianya saat ini sudah 105 tahun. Ini gereja orang Belanda. Lalu diserahkan ke pemerintah Indonesia dan pemerintah di era Bung Karno menyerahkan ke PGI (persatuan Gereja di Indonesia). Ini gereja awalnya bernama Koningin Wilhelmina Kerk, lalu berubah nama menjadi GPIB Zebaoth,” kata Pnt Daud mengawali pembicaraan.

Pnt Daud melanjutkan dengan mengatakan, di GPIB Zebaoth ini terdapat 1.500 KK dengan jumlah jiwa mencapai hampir enam ribu yang tersebar di 31 sektor pelayanan.

Pada sesi tanya jawab yang dipandu Pnt Betty, sejumlah pertanyaan muncul. Termasuk salah satunya mengenai simbol ayam jantan di ujung paling atas menara gereja.

Atas pertanyaan ini, Pdt Jerry menjawab, bahwa ayam ini berkaitan dengan penyangkalan Petrus kepada Yesus, ketika menjalani penghakiman.

“Ini mengingatkan tentang penyangkalan. Sebagai pesan, agar ke depan tidak ada lagi penyangkalan seperti yang Petrus lakukan. Jadi ini dari Alkitab,” kata Pdt Jerry.

Terkait pertanyaan salah satu mahasiswa lain menyoroti tentang sistem pengambilan keputusan di GPIB dengan di umat Katolik, Pendeta jemaat Zebaoth ini menegaskan, bahwa di GPIB dalam setiap keputusannya, selalu dilakukan melalui SMJ (sidang majelis jemaat).

Dimana dalam SMJ yang dilakukan setiap tiga bulan ini, segala pendapat disampikan lalu diambil keputusan bersama.

“Kami tiga bulan selalu bersidang. Kami evaluasi apa saja program yang sudah berjalan dan apa yang belum, termasuk apa kendalanya. Jadi keputusan di GPIB ini adalah keputusan bersama,” ujarnya.

“Saat sidang, ibu Pendeta KMJ (ketua majelis jemaat) didampingi seluruh PHMJ. Lalu ada majelis. Di SMJ inilah, segala keputusan diambil. Ada juga SMJ khusus, jika ada sesuatu hal yang butuh keputusan cepat,” tegasnya.

Pertemuan lintas iman penuh kehangatan ini berakhir dengan ramah tamah dan foto bersama.

Pendeta Jerry menyerahkan buku sejarah GPIB Zebaoth kepada Prof Rakeeman. Dan sebaliknya dosen Ahmadiyah ini menyerahkan cinderamata. (*)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *