Sejumlah alat berat pada proyek pengerjaan ruas jalan nasional Bayah-Cibareno kembali beroperasi setelah kedatangan material bangunan. (Foto: Istimewa)
HALLONEWS.COM- Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Satuan Kerja (Satker) Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Banten yang bernaung di bawah Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten, Zakaria menjamin pekerjaan ruas jalan nasional Bayah-Cibareno akan selesai sesuai target yang telah ditetapkan.
Ia membantah pekerjaan pembangunan ruas jalan Bayah – Cibareno hingga batas Jawa Barat tersebut mangkrak akibat pekerjaan belum dibayar.
“Memang beberapa hari tidak terlihat adanya pekerjaaan di lokasi tersebut, dikarenakan adanya keterlambatan pengiriman material ke lokasi proyek. Namun setelah material datang pekerjaan kembali berjalan normal,” ungkap Zakaria kepada wartawan, Selasa (28/10/2025).
Menurut Zakaria, pekerjaan pembangunan jalan dengan nilai kontrak sebesar Rp 9.288.208.000 yang dilaksanakan oleh CV Surya Sari Putra tersebut memang sempat terhenti beberapa hari karena sedang menunggu pengiriman material ke lokasi proyek.
Zakaria menambahkan, selama tidak adanya kegiatan pekerjaan beberapa hari, alat berat tetap ada di lokasi proyek.
“Kalau mangkrak itu pekerjaan ditinggalkan begitu saja oleh kontraktor. Ini alat berat tetap standby di lokasi proyek,” tegasnya.
Ia memastikan, penyelesaian pekerjaan oleh kontraktor sesuai dengan kontrak, yakni sampai akhir tahun 2025.
”Insyaallah penyelesaian pekerjaan sesuai dengan target, yakni sampai akhir tahun 2025,” tandasnya.
Hal senada disampaikan Abah Rohim selaku penanggungjawab lapangan, bahwa saat menunggu datangnya material semua alat berat standby di lokasi proyek seperti alat bore pile on site di longsoran 1 sta 9+800.
“Jadi kalau ada yang menyebutkan bahwa proyek pengerjaan jalan Bayah -Cibareno mangkrak adalah hoaks dan fitnah,” ujar Abah Rohim.***







