HALLONEWS.COM– Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, kembali menjadi sorotan aparat.
Kawasan padat penduduk ini diserbu tim gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Bareskrim Mabes Polri karena disinyalir menjadi sarang pengguna dan pengedar narkoba.
Meskipun warga setempat sempat melakukan perlawanan dengan melempar batu, operasi tetap berlangsung secara humanis, menegaskan bahwa penegakan hukum tetap mengedepankan prosedur.
“Kami lakukan penindakan di beberapa titik rawan peredaran narkoba di Kampung Bahari,” ujar Brigjen Roy Hardi Siahaan, Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN RI dilokasi Rabu (5/11/2025).
Menurutnya, dua titik penggerebekan yang disisir adalah rumah kos berwarna oranye dan lapak tenda di samping rel kereta api, yang menjadi jalur transaksi sekaligus lokasi penggunaan narkoba.
Sebanyak 18 orang diamankan dalam operasi tersebut. Mereka kini menjalani pemeriksaan intensif untuk menentukan peran masing-masing, apakah sekadar pengguna, pengedar, atau bandar.
Selain itu, narkotika diduga sabu dengan total berat lebih dari 100 gram, 50 butir ekstasi bergambar Transformer dan Louis Vuitton (LV), 30 bungkus ganja (berat total 38,84 gram), Uang tunai Rp7,2 juta, Puluhan alat hisap (bong), berbagai timbangan digital, serta sejumlah telepon genggam.
“Selain itu, di beberapa lapak sekitar rel ditemukan berbagai peralatan pendukung seperti plastik klip, sedotan, timbangan, dan uang tunai yang diduga hasil transaksi,” jelasnya.
Brigjen Roy mengungkap modus nekat yang digunakan para pelaku yakni pembeli diajak masuk, lalu diminta mencoba barang langsung dari bong yang sudah disiapkan.
“Langkah ini memastikan siapa yang benar-benar serius membeli,” kata dia.
Ia menuturkan, dari tangan para pelaku, BNN menyita sabu, pil ekstasi, alat isap (bong), dan sejumlah barang bukti lainnya.
“Saat ini kami tengah menelusuri jaringan besar di balik aktivitas narkoba ini. Analisis kasus ini sedang dikembangkan untuk memburu beberapa target dan profil bandar besarnya,” pungkasnya. (ALS)







