Presiden Rusia Vladimir Putin. Foto: Sputnik
HALLONEWS.COM-Presiden Rusia Vladimir Putin belum memberikan instruksi atau mengeluarkan perintah apa pun untuk memulai persiapan uji coba nuklir. Karena, harus ditentukan apakah Rusia perlu melakukannya atau tidak.
“Presiden (Putin) belum mengeluarkan perintah apa pun untuk memulai persiapan. Pertama, kita perlu memahami apakah kita benar-benar perlu melakukan ini. Ini harus menjadi keputusan yang sangat serius, berdasar, dan dipertimbangkan dengan matang. Itulah yang sedang dikerjakan oleh para spesialis kami ,” kata juru bicara Kremlin Dmitry Peskov sebagaimana dikutip Sputnik, Minggu (9/11/2025).
Pada hari Rabu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengadakan pertemuan Dewan Keamanan. Dalam pertemuan tersebut, Menteri Pertahanan Andrei Belousov menyatakan bahwa ia menganggap persiapan untuk melanjutkan uji coba nuklir di lokasi uji coba Novaya Zemlya sudah tepat .
Putin menginstruksikan para pejabat untuk mengumpulkan informasi, melakukan analisis dalam kerangka Dewan Keamanan, dan mengajukan proposal tentang kemungkinan dimulainya pekerjaan persiapan uji coba senjata nuklir.
“Rusia tidak berniat melanggar kewajibannya berdasarkan larangan uji coba nuklir,” kata Peskov.
“Putin telah berulang kali menyatakan bahwa Rusia berkomitmen pada kewajibannya berdasarkan larangan uji coba nuklir, dan kami tidak berencana untuk melanggarnya,” tambah Peskov.
Jika negara lain melanggar kewajibannya berdasarkan larangan uji coba nuklir, Rusia harus melakukan hal yang sama untuk menjaga paritas.
“Justru paritas nuklirlah yang menjadi komponen terpenting dari arsitektur keamanan global saat ini,” tegas Peskov.
“Rusia dan China tidak melakukan uji coba senjata nuklir,” kata Peskov.
“Kami tahu pasti bahwa baik Rusia maupun Tiongkok tidak terlibat dalam uji coba senjata nuklir,” jelasnya, mengomentari klaim Presiden AS Donald Trump bahwa uji coba semacam itu diduga sedang berlangsung.
“Rusia akan berusaha memahami dengan tepat apa yang dimaksud Trump ketika ia berbicara tentang uji coba nuklir,” Peskov menambahkan.
“Apa sebenarnya maksud Presiden AS, baiklah, kami akan mencoba mencari tahu,” kata juru bicara Kremlin.***







