Gencatan Senjata di Jalur Gaza Dinilai Rapuh

Kamp Pengungsian di Bureij, Jalur Gaza

Warga Palestina mencari korban tewas dalam serangan udara Israel di kamp pengungsian Bureij, Jalur Gaza, Rabu, 18 Oktober 2023. Foto: Sputnik

HALLONEWS.COM-Perwakilan Tetap Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengatakan gencatan senjata di Jalur Gaza cukup rapuh. Karena itu, dia meminta semua pihak untuk tidak berpuas diri.

“Semua orang [di PBB] fokus [pada Gaza] karena tragedi mengerikan telah terjadi di sana selama dua tahun ini. Syukurlah gencatan senjata telah tercapai. Situasinya cukup rapuh, kita tidak boleh berpuas diri. Gencatan senjata ini harus dilanjutkan,” ujarnya sebagaimana dilansir Sputnik, Senin (10/11/2025).

Advertisements
Banner Hardee new

Nebenzia mencatat bahwa dengan langkah penting ini, melupakan solusi dua negara untuk masalah Palestina, yang telah menjadi mandat PBB yang belum terpenuhi selama 80 tahun.

Perjanjian gencatan senjata antara Israel dan gerakan Palestina Hamas di Jalur Gaza mulai berlaku pada 10 Oktober.

Sebagai bagian dari perjanjian dengan Israel ini, Hamas membebaskan 20 sandera yang telah ditahan di Gaza sejak 7 Oktober 2023; dengan demikian, semua sandera yang masih hidup dibebaskan. Sebagai tanggapan, Israel membebaskan sekitar 2.000 tahanan Palestina dari penjara, termasuk teroris yang dijatuhi hukuman penjara seumur hidup.

Menurut posisi Rusia, penyelesaian hanya mungkin dilakukan berdasarkan formula yang disetujui Dewan Keamanan PBB dengan pembentukan negara Palestina di dalam perbatasan tahun 1967 dengan ibu kotanya di Yerusalem Timur.***

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *