Barito Renewables Energy (BREN) Anggarkan Belanja Modal 4,17 T Tahun 2026 untuk Dorong Kapasitas Energy Terbarukan

HALLONEWS.COM – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), perusahaan energi terbarukan yang dimiliki oleh konglomerat Prajogo Pangestu, merencanakan untuk mengeluarkan modal sebesar US$250 juta atau setara Rp4,17 triliun untuk tahun 2026.

Pengeluaran modal ini adalah peningkatan signifikan dari US$100 juta pada tahun 2025, seiring dengan upaya untuk mempercepat pengembangan proyek strategis di bidang energi berkelanjutan.

Presiden Direktur BREN,Hendra Soetjipto Tan
menyatakan bahwa tujuan utama adalah meningkatkan kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) hingga mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2026.

Advertisements
Banner Hardee new

“Dalam jangka panjang, kami menargetkan penambahan 900 megawatt (MW) lagi, sehingga total kapasitas panas bumi bisa menyentuh 1,9 GW pada 2032,” katanya dalam sesi paparan publik virtual pada 11 November 2025. Menurut proyeksi yang optimistis, Dengan menambahkan 525 MW, perusahaan bahkan dapat mencapai 2,43 GW dalam waktu yang sama.

Saat ini, BREN mengelola portofolio PLTP dengan kapasitas 910 MW dan pembangkit listrik tenaga angin (PLTA) sebesar 79 MW. Tujuannya untuk segmen angin adalah untuk tumbuh hingga 398 MW pada 2032, dengan penambahan bertahap: 220 MW pada 2028 dan sisanya 99 MW antara 2029 dan 2032.

Empat inisiatif utama yang sedang dikerjakan akan didukung oleh peningkatan capex ini. Pertama, proyek Wayang Windu Unit 3 makan menyelesaikan 30 MW tambahan pada kuartal keempat 2026. Kedua, proyek Salak Unit 7 akan menyelesaikan 40 MW tambahan pada kuartal keempat 2026. Ketiga, retrofit Wayang Windu Unit 1 dan 2 akan menyelesaikan 18,4 MW tambahan pada akhir 2025. Terakhir, retrofit Darajat Unit 3 akan menyelesaikan 7 MW tambahan pada 2026.

“Ini akan memperkuat fondasi operasional kami,” kata Chiam Hsing Chee, direktur BREN.

Dia menyatakan bahwa anggaran yang lebih besar ini selaras dengan intensitas kegiatan, yang mencakup perbaikan aset eksisting dan pembangunan unit baru seperti Wayang Windu 3 dan 7.

Sebaliknya, proyek Hamiding di Halmahera Utara, Maluku Utara, sedang berjalan dengan baik. BREN telah bekerja sama dengan anak usaha Star Energy Geothermal untuk menyelesaikan infrastruktur pendukung seperti jalan dan jembatan serta menyelesaikan pengeboran sumur pertama pada Oktober 2025.

Sumur kedua sedang dalam proses dan diharapkan selesai pada bulan yang sama. Dengan menargetkan 50 MW dari total 300 MW kapasitas terpasang pada tahap awal, proyek ini memiliki kapasitas untuk menghasilkan 275-550 MW.

Kinerja keuangan BREN dari Januari hingga September 2025 menunjukkan dasar yang kokoh. Tahun lalu, laba bersih pemilik induk meningkat 23,8% menjadi US$106,55 juta. Selain itu, pendapatan meningkat 3,6% menjadi US$457,39 juta, dengan kontribusi penjualan listrik meningkat 5,9% menjadi 47% atau US$215,03 juta. EBITDA juga meningkat 5,7% menjadi US$399 juta, dengan margin 87,1%.

Chiam yakin hasil 2026 akan menunjukkan peningkatan ini. “Kami mengharapkan tahun depan menjadi periode kuat untuk pendapatan dan laba, seperti yang telah terlihat pada sembilan bulan pertama tahun ini,” katanya. Per akhir September, aset perusahaan mencapai $3,84 miliar, dengan rasio utang bersih terhadap ekuitas turun ke 1,82 kali, menunjukkan posisi keuangan yang semakin stabil.

Menurut analis pasar, strategi ini akan memperkuat posisi BREN sebagai pemimpin di sektor energi terbarukan Indonesia, mengikuti tren global menuju sumber daya hijau. Ini sejalan dengan komitmen BREN untuk mendukung transisi energi nasional dengan fokus pada inovasi dan efisiensi operasional.
(Hendeka Putra/Yes Invest Research)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *