Legislator PKS Tekankan Program Padat Karya untuk Warga Kampung Bahari, Ini Alasannya

HALLONEWS.COM- Ketua Komisi E Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta menyoroti warga di Kampung Bahari, Jakarta Utara yang terpaksa menjual narkoba demi bertahan hidup.

Menurutnya, ini bukan sekadar kabar miris melainkan ini cermin retak dari ketimpangan di kota sebesar Jakarta, yang gedungnya makin tinggi tapi harapan warganya makin rendah.

“Bayangkan, sampai-sampai rakyat merasa tak punya pilihan selain nyemplung ke dunia gelap demi sesuap nasi,” katanya kepada Hallonews.com pada Minggu (16/11/2025).

Advertisements
Banner Hardee new

“Kalau situasinya sudah begini, berarti masalah sosial kita bukan sekadar bolong, tapi jebol,” imbuhnya.

Ia menegaskan, ini bukan cuma urusan polisi atau razia tengah malam, ini alarm keras bahwa sistem perlindungan sosial Pemprov DKI Jakarta masih salah sasaran, salah sentuh, dan salah fokus.

Pemerintah, katanya, tidak bisa terus berpangku tangan sambil bersembunyi di balik jargon penindakan.

“Warga butuh lapangan kerja, bukan sekadar razia yang datang lalu pergi tanpa solusi,” ujarnya.

Legislator Fraksi PKS itu juga menyentil kebijakan sosial yang sibuk pencitraan tapi jauh dari akar masalah.

“Ngasih bantuan tunai itu penting, tapi jangan lupa rakyat miskin butuh lebih dari amplop. Mereka butuh kesempatan untuk mandiri, kerja yang layak, lingkungan sehat, dan pendidikan yang manusiawi,” tukasnya.

“Kalau pondasi begini saja diabaikan, ya jangan heran kemiskinan dari dulu sampai sekarang cuma ganti muka, bukan hilang,” tambahnya.

Ia menambahkan, ketika rakyat kecil sampai merasa tak punya pilihan selain menjual barang haram, maka negara seharusnya bercermin, bukan sekadar menunjuk.

“(Jual narkoba) Salah tetap salah. Tapi jangan pura-pura buta terhadap penyebab mereka sampai terdesak begitu. Tugas negara bukan hanya menangkap, tapi mencegah warganya dari keterpaksaan berbuat salah,” jelasnya.

Ia berjanji Komisi E bakal mendesak Pemprov DKI Jakarta untuk lebih memperhatikan nasib warga setempat.

“Kita minta Pemprov turun tangan beneran, bikin program padat karya, pelatihan keterampilan, bantu modal usaha kecil, dan beasiswa buat anak-anak mereka. Kalau ekonominya dibenahi, hidupnya tenang, mereka nggak bakal kembali terjebak di kegelapan,” pungkasnya. (ALS)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *