HALLONEWS.COM – PT Bumi Resources Tbk (BUMI) terus memperluas operasinya dengan meluncurkan Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi Berkelanjutan I BUMI.
Dengan tujuan penghimpunan dana sebesar Rp5.000.000.000.000, atau lima triliun rupiah, dana ini diterbitkan secara bertahap untuk menjamin fleksibilitas pendanaan dan keberlanjutan strategi pertumbuhan perusahaan.
BUMI telah menerbitkan Obligasi Berkelanjutan I BUMI Tahap I Tahun 2025 dengan nilai pokok Rp350.000.000.000,- (tiga ratus lima puluh miliar rupiah) dan Obligasi Berkelanjutan I BUMI Tahap II Tahun 2025 dengan nilai pokok Rp721.610.000.000,- (tujuh ratus dua puluh satu miliar enam ratus sepuluh juta rupiah). Sebagai bagian dari program tersebut, BUMI telah menerbitkan dua tahap obligasi sebelumnya.
Melanjutkan penerbitan sebelumnya, BUMI saat ini bersiap untuk menawarkan Obligasi Berkelanjutan I BUMI Tahap III Tahun 2025 dengan jumlah pokok Rp780.000.000.000,-. Ini akan menjadi komponen penting dari strategi pendanaan Perseroan untuk memperkuat struktur keuangan dan mendukung rencana akuisisi tambang yang sedang berjalan.
Obligasi Tahap III menawarkan tingkat bunga tetap 9,00% per tahun dengan tenor lima tahun sejak Tanggal Emisi, serta menggunakan skema pelunasan penuh (bullet payment) di mana pembayaran 100% pokok obligasi dilakukan pada saat jatuh tempo sehingga memberikan kepastian struktur pembayaran bagi investor.
BUMI akan membayar bunga obligasi setiap tiga bulan sejak Tanggal Emisi. Pembayaran bunga pertama akan dilakukan pada 10 Maret 2026, dan pembayaran bunga terakhir akan jatuh tempo pada 10 Desember 2030, memberikan pemegang obligasi arus imbal hasil berkala.
Penerbitan Obligasi Tahap III ini akan menghasilkan dana untuk mendukung pertumbuhan operasi Perseroan. Khususnya, dana ini akan digunakan untuk memenuhi kewajiban pembayaran nilai akuisisi Jubilee Metals Limited (JML), memenuhi kewajiban pembayaran uang muka rencana akuisisi PT Laman Mining (LM), dan memberikan pinjaman kepada anak usaha Wolfram Limited (WFL) yang telah diakuisisi sepenuhnya. Dengan demikian, strategi BUMI untuk memperluas portofolio tambangnya. (Adi Prasetya Teguh/ Yes Invest Research)







