KH Misbahul Munir Apresiasi Operasi BNN-Polri di Kampung Bahari

HALLONEWS.COM — Dukungan terhadap operasi pemberantasan narkoba yang dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Polri di Kampung Bahari, Jakarta terus mengalir dari berbagai pihak.

Salah satunya datang dari KH Misbahul Munir, seorang Pimpinan Pondok Pesantren Ilmu Qur’an yang berdomisili di Kampung Bahari. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa warga merasakan langsung perubahan positif setelah operasi gabungan tersebut dilakukan.

Menurut KH Misbahul Munir, sebelum adanya operasi, aktivitas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Kampung Bahari berlangsung terbuka dan marak. Namun kini, situasi berangsur membaik.

Advertisements
Banner Hardee new

“Dengan adanya operasi bersama tersebut telah memberikan dampak adanya perubahan dengan adanya berkurangnya aktivitas penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba di Kampung Bahari. Saat ini aktivitasnya tidak seperti biasanya yang sangat marak dan vulgar,” ujarnya.

Ia menambahkan, warga yang selama ini hidup dalam ketidaknyamanan karena lingkungannya menjadi pusat peredaran gelap narkoba, kini mulai merasakan suasana yang lebih aman. Untuk itu, masyarakat Kampung Bahari mengucapkan terima kasih kepada BNN dan Polri atas upaya penegakan hukum yang sudah dilakukan.

Meski demikian, KH Misbahul Munir menegaskan bahwa warga berharap operasi tidak dilakukan hanya sesaat.

“Harapan kami agar operasi ini tidak hanya insidental, hanya hangat-hangat tahi ayam yang tidak berdampak jangka panjang. Kami berharap BNN, Polri, ataupun Pemda dapat bersama-sama secara serius melaksanakan berbagai program secara berkelanjutan,” tuturnya.

Ia menilai, penyelesaian persoalan narkoba harus dibarengi pendekatan sosial-ekonomi. Masyarakat membutuhkan program pemberdayaan yang mampu memenuhi kebutuhan hidup sehingga tidak lagi tergiur menjadi pengedar narkoba.

“Kalau masalah utamanya yaitu masalah ekonomi dapat diselesaikan, Insya Allah masyarakat yang selama ini menjadi pengedar narkoba akan bisa diajak ke jalan yang benar,” tegasnya.

Lebih jauh, KH Misbahul Munir bersama warga memiliki rencana besar untuk mentransformasi Kampung Bahari menjadi kampung santri. Lingkungan tersebut diharapkan menjadi pusat kegiatan keagamaan, mulai dari pengajian anak-anak hingga majelis dzikir rutin bagi seluruh usia.

“Semoga aktivitas keagamaan yang terus dilakukan dapat mengurangi dan akhirnya menghentikan perbuatan kemunkaran yang selama ini mendominasi kawasan ini,” katanya.

KH Misbahul Munir menutup pernyataannya dengan harapan agar kerja sama antara aparat, pemerintah, dan masyarakat dapat terus diperkuat demi menjadikan Kampung Bahari sebagai lingkungan yang aman, berkah, dan kondusif untuk generasi mendatang.

Sebelumnya Badan Narkotika Nasional (BNN) bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali mengadakan operasi gabungan di Kampung Bahari, Jakarta Utara, pada Jumat (7/11).

Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto, memimpin langsung operasi ini bersama 700 personel gabungan dari BNN, Polda Metro Jaya, Satuan Brimob, dan Polres Jakarta Utara.

Dari hasil operasi, tim gabungan berhasil menemukan barang bukti berupa 89.159,42 gram sabu, 91,53 gram ganja, 159 butir ekstasi, uang tunai Rp 1.468.253.000, dan uang palsu Rp 5.500.000.

Kepala BNN RI Suyudi menyampaikan apresiasi atas kerja sama dan soliditas antara BNN dan Polri dalam menindak tegas jaringan peredaran gelap narkoba di wilayah rawan. Operasi ini diharapkan terus berlanjut demi memburu para bandar besar narkoba di Tanah Air.

Suyudi menyatakan keberhasilan operasi ini menjadi bukti nyata bahwa pemberantasan narkoba tidak bisa dilakukan secara parsial, namun membutuhkan kolaborasi yang kuat antara aparat penegak hukum dan masyarakat.

“Seluruh lapisan masyarakat diharapkan aktif memberikan informasi terkait aktivitas mencurigakan, agar kejahatan narkotika dapat diberantas hingga ke akar-akarnya, sesuai dengan strategi BNN “War on Drugs for Humanity”,” pungkasnya. (gin)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *