HALLONEWS.COM – Sebuah rekaman video beredar di sosial media. Vidio ini menarasikan, jika salah satu area wisata Taman Safari Indonesia (TSI) terendam banjir.
Dampak dari banjir ini, wisatawan diputar balik ketika hendak memasuki TSI di Puncak, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Pihak TSI memberikan penjelasan dan membenarkan informasi di sosial media tersebut.
“Iya betul kejadian di Taman Safari. Itu hari Selasa kemarin di atas jam 12 siang, menjelang sore,” kata Marcom Manager TSI Danang Wibowo kepada wartawan.
Danang memastikan tidak ada karyawan dan satwa di TSI yang terdampak akibat kejadian tersebut.
Banjir juga tidak meluap ke area lain karena mengalir ke saluran air yang disiapkan.
“Kita pastikan tidak ada satwa yang terbawa arus, itu tidak ada. Terus karyawan kita juga tidak ada yang terluka atau apa,” ujarnya.
Ia menegaskan, pengunjung yang ke arah titik yang terendam banjir, juga dialihkan ke jalur alternatif yang lebih aman.
“Pengunjung juga paham karena arusnya deras dan bersedia dialihkan, memutar mobil dan diarahkan ke jalur alternatif,” kata Danang.
Danang menyebutkan peristiwa terjadi akibat curah hujan tinggi dan banyak pengunjung yang sedang berwisata di TSI.
Pihak manajemen TSI memastikan, pengunjung yang berada di sekitar lokasi dalam kondisi aman dan dialihkan dari lokasi banjir ke jalur alternatif.
“Kalau kondisi pengunjung memang sedang buka normal ya, ya normal aja jumlah pengunjungnya, ya ada ribuan lah ya, tetapi kan tidak di lokasi itu semua ya,” kata Danang.
Ia menegaskan, di area puncak, intensitas hujan lagi tinggi. Itu sebetulnya debit air tinggi karena curah hujannya tinggi.
“Nggak meluap ke mana-mana. Itu murni karena curah hujannya tinggi saja,” imbuhnya.
Danang menambahkan, petugas telah ditempatkan di area-area tertentu, terutama di kawasan satwa.
Petugas akan memonitor dan menginformasikan setiap ada kondisi rawan untuk pengunjung dan satwa.
“Ada petugas berjaga, keeper kita kan ditempatkan bertugas di situ. Pasti akan memberikan informasi kalau ada kejadian rawan seperti itu, jadi diprioritaskan keamanan pengunjung dulu,” ujarnya. (yopy)







