HALLONEWS.COM – Hafithar (8), siswa kelas 1 SDN Klender 04, Duren Sawit, Jakarta Timur, yang sehari-hari naik kereta rel listrik (KRL) dari Tangerang menuju Buaran, dikenal sebagai anak yang cerdas dan mandiri. “Hafithar ini anak cerdas, anak pintar, berani, mandiri. Dan memang anak cerdas. Dia dibanding dengan teman-teman yang lain, dia lebih aktif dalam komunikasi,” ujar Kepala Satuan Pelaksana (Kasatlak) Pendidikan Kecamatan Duren Sawit, Farida Farhah, saat ditemui, Senin (24/11/2025).
Hafithar juga kerap mengingatkan teman-temannya untuk menghabiskan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diberikan pemerintah.
“Contoh, dia dapat MBG, kan. Teman-teman, ayo nih kita dapat MBG, dimakan dong, pemerintah sudah mengusahakan lo, gitu kan, masa kita nggak mau makan, gitu,” kata Farida.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Sekolah SDN Klender 04, Dwiyanti Lestari mengatakan, Hafithar sangat menyukai kegiatan ekstrakurikuler bernuansa keagamaan. “Hafitar ini mengikuti ekstrakulikuler tentang keagamaan ya, Hafitar ini suka anaknya git, Alhamdulillah sudah hafal iqro 2 atau iqro 3 kemarin,” ucap Dwiyanti Lestari.
Namun, sejak Minggu (23/11/2025), Hafithar sudah tidak lagi berangkat sekolah dari Tangerang menuju Klender. “Akhirnya mamanya menerima tawaran dari salah satu orangtua murid kebetulan teman akrabnya Hafithar bernama Gibran untuk menampung Hafithar selama mungkin kurang lebih dua mingguan,” ujar Dwiyanti
Hafithar sudah tinggal di rumah Gibran sejak Minggu (23/11/2025), setelah dijemput oleh pihak sekolah dan Suku Dinas Pendidikan Jakarta Timur. “Maka kami pihak sekolah berinisiatif untuk membersamai, menjemput Hafithar dan orangtuanya ke sana, ke daerah Tangerang. Kami sudah jemput kemarin,” kata dia.
Sebelumya, video seorang siswa SD di Duren Sawit, Jakarta Timur, yang harus berangkat sekolah sendiri menggunakan KRL sejak subuh viral di media sosial, salah satunya diunggah akun Instagram @Jabodetabek24info. Dalam rekaman terlihat seorang anak berseragam SD menaiki KRL dari Tangerang menuju Stasiun Klender pada waktu subuh untuk berangkat sekolah. Kasus ini memicu perhatian publik karena anak tersebut menempuh perjalanan jauh dari Tangerang menuju Jakarta Timur setiap hari.







