Ayah Tiri Alvaro Gantung Diri di Ruang Konseling Polres Jaksel Usai Ditetapkan Tersangka

HALLONEWS.COM – Polisi mengungkap Alexander Iskandar, ayah tiri Alvaro Kiano tewas bunuh diri di ruang konseling Polres Metro Jakarta Selatan (Jaksel) setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Alexander diketahui telah menculik dan membunuh Alvaro setelah delapan bulan menghilang. Alvaro diikat dan dibekap Iskandar hingga meninggal dunia. Pelaku lalu membuang jasad Alvaro ke kawasan Tenjo, Bogor, Jawa Barat, berbentuk kerangka.

“Yang bersangkutan (Alexander) diduga bunuh diri di dalam ruang konseling. Bukan di sel tahanan,” ungkap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto kepada wartawan, Senin (24/11/2025).

Advertisements
Banner Hardee new

Budi menerangkan posisi tersangka berada di ruang konseling karena pada Senin pagi tadi seharusnya dilakukan pemeriksaan medis. Pemeriksaan itu dilakukan untuk mengetahui tersangka memiliki penyakit menular atau tidak.

“Kenapa di ruangan konseling karena status yang bersangkutan sudah tersangka, besok pagi akan dilakukan pemeriksaan medis apakah tersangka punya penyakit bawaan atau penyakit menular. Sehingga belum bisa dijadikan satu dengan tahanan lainnya,” ucapnya.

Dia juga mengatakan tersangka awalnya meminta izin ke toilet. Namun tersangka ditemukan sudah menghabisi nyawanya dengan menggunakan celana.

“Minggu tersangka ini izin ke toilet, pertama pakai celana pendek, karena celana pendek kotor, dia minta diganti celana panjang, pada saat di ruang konseling dari pukul 06.30 WIB sampai 09.00 WIB ditemukan rekannya tadi inisial G, melalui bilah kaca tersangka sudah dalam posisi menghilangkan nyawanya,” lanjut Budi.

Dokter Forensik RS Polri Kramat Jati, dr Farah Trimadani Karow menambahkan, hasil visum yang dilakukan RS Polri, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh tersangka. Tim dokter hanya menemukan luka lecet tekan yang melingkar di bagian leher.

“Hasil pemeriksaan jenazah laki-laki berusia 49 tahun, golongan darah o, kemudian ditemukan hanya luka lecet tekan yang melingkari leher itu diduga sesuai dengan pola gambarnya kasus gantung, tak ditemukan tanda-tanda kekerasan lain pada permukaan tubuh lainnya,” jelas Farah

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *