HALLONEWS.COM – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat secara resmi membentuk Koperasi Merah Putih Warga Binaan sekaligus membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembinaan Koperasi Merah Putih bagi warga binaan yang berlangsung di Aula Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung.
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Jawa Barat, Kusnali; perwakilan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP); Kementerian Koperasi dan UKM; Wakil Bimbingan Kemasyarakatan (Waibi); serta 12 stakeholder yang bersinergi dalam pengembangan koperasi. Selain itu, turut hadir Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan se-Jawa Barat dan Pengurus Koperasi Merah Putih dari seluruh UPT Pemasyarakatan.
Pembentukan Koperasi Merah Putih Warga Binaan menjadi langkah strategis dalam menghadirkan kesempatan yang setara bagi warga binaan sebagai kelompok rentan untuk memperoleh keterampilan, meningkatkan kapasitas ekonomi, serta mempersiapkan diri kembali ke masyarakat.
Dalam sambutannya, Kusnali menegaskan bahwa pembinaan pemasyarakatan saat ini tidak hanya berorientasi pada perubahan kepribadian, tetapi juga pada kemandirian ekonomi.
“Lembaga Koperasi Warga Binaan merupakan hal penting sebagai wujud pemberian kesempatan yang sama kepada kelompok rentan. Melalui koperasi ini, warga binaan mendapatkan ruang untuk belajar, berkarya, dan berdaya, sehingga ketika kembali ke masyarakat mereka memiliki keterampilan dan kepercayaan diri,” ujar Kusnali.
Dalam rangka memperkuat keberlanjutan program, Kanwil Ditjenpas Jabar turut melaksanakan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan 12 stakeholder. Kolaborasi ini bertujuan untuk mendorong kemajuan Koperasi Merah Putih Warga Binaan pada seluruh UPT Pemasyarakatan di Jawa Barat.
Bersamaan dengan pembentukan koperasi, Kanwil Ditjenpas Jabar melaksanakan Bimtek Pembinaan Koperasi Merah Putih Warga Binaan sebagai upaya meningkatkan kompetensi para pengurus koperasi. Para peserta mendapatkan materi tentang pengelolaan koperasi, manajemen usaha, pengelolaan keuangan, hingga produksi dan pemasaran.
Dengan pembinaan yang terstruktur serta dukungan berbagai mitra strategis, Koperasi Merah Putih Warga Binaan ditargetkan menjadi sarana pemberdayaan ekonomi yang efektif sehingga warga binaan dapat lebih siap, mandiri, dan memiliki daya saing ketika kembali ke masyarakat. (gin)







