Seorang pria Palestina bereaksi di samping jenazah seorang pria yang tewas dalam serangan Israel, di Rumah Sakit Nasser di Khan Younis, Jalur Gaza selatan. (Foto: Al Jazeera)
HALLONEWS.COM-Kelompok Palestina Hamas telah menyerahkan dua jenazah tawanan Israel, sehari setelah gencatan senjata Gaza. Penyerahan jenazah ini dilakukan dua hari setelah Israel kembali menyerang Gaza.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Kamis (31/10/2025) bahwa kedua jenazah telah diterima oleh pasukan Israel melalui Palang Merah di Gaza dan akan diangkut ke Israel untuk diidentifikasi.
Berdasarkan perjanjian yang ditengahi AS untuk menghentikan perang dua tahun Israel di Gaza, Hamas membebaskan 20 tawanan hidup sebagai imbalan atas pembebasan hampir 2.000 tahanan politik Palestina oleh Israel. Pasukan Israel juga telah menyelesaikan penarikan sebagian pasukan dari pusat-pusat perkotaan di Gaza.
Namun, sejak gencatan senjata berlaku pada 10 Oktober, serangan Israel telah menewaskan puluhan warga Palestina di seluruh wilayah tersebut. Dari Selasa hingga Rabu, Kementerian Kesehatan di Gaza menyatakan serangan Israel menewaskan 104 orang, termasuk 46 anak-anak dan 20 perempuan.
Sebagai bagian dari perjanjian tersebut, Hamas berkomitmen untuk mengembalikan jenazah seluruh 28 tawanan, dengan imbalan jenazah warga Palestina yang tewas dalam perang. Hingga Kamis, Hamas telah menyerahkan 15 jenazah, dan menyatakan terus mendesak penyediaan peralatan dan dukungan yang memadai untuk menyisir tumpukan puing dan reruntuhan yang luas, tempat ribuan warga Palestina yang tewas dalam pemboman Israel masih terkubur.
Israel mengklaim Hamas terlalu lambat menyerahkan sisa jenazah tawanan Israel yang masih berada di Gaza.
Seperti dilansir Al Jazeera, perselisihan mengenai pemulihan dan penyerahan jenazah telah menjadi salah satu kesulitan yang mempersulit rencana Presiden AS Donald Trump untuk mengakhiri perang untuk selamanya.
Banyak kendala utama yang masih menghadang, termasuk pemerintahan masa depan Gaza dan tuntutan agar Hamas melucuti senjatanya.***







