HALLONEWS.COM– Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Imigrasi (Kanwil Ditjen Imigrasi) Banten menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Optimalisasi Desa Binaan Imigrasi dalam Pencegahan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan Penyelundupan Manusia (TPPM)” di Gedung Negara, Pendopo Lama, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B).
Kegiatan ini menjadi langkah strategis memperkuat sinergi lintas sektor sekaligus merumuskan strategi pencegahan kejahatan lintas negara hingga ke tingkat desa.
Kepala Kanwil Ditjen Imigrasi Banten Felucia Sengky Ratna menegaskan pentingnya peran masyarakat sebagai garda terdepan melawan sindikat perdagangan orang.
“Desa binaan bukan sekadar mitra, tetapi ujung tombak pertahanan kita. Melalui FGD ini, kita bangun sistem pencegahan dari hulu ke hilir secara komprehensif,” ujar Felucia kepada wartawan Selasa (11/11/2025).
Menurutnya, diskusi ini diharapkan menghasilkan rumusan aksi kolaboratif konkret dan memperkuat jejaring koordinasi antarinstansi.
“FGD ini bukan sekadar forum diskusi, tapi bukti nyata komitmen Imigrasi melindungi rakyat dari ancaman perdagangan orang dan penyelundupan manusia,” ucapnya.
Sebagai informasi, peserta FGD terdiri dari berbagai unsur strategis, antara lain perangkat dan masyarakat dari Desa Binaan Imigrasi, Dinas Sosial, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans), serta Polres kabupaten/kota di wilayah Banten.
Kehadiran multi-sektor ini diharapkan menghasilkan rumusan aksi kolaboratif yang konkret. Melalui diskusi interaktif, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kewaspadaan masyarakat desa binaan terhadap bahaya TPPO/TPPM serta memperkuat jejaring koordinasi antarinstansi pemerintah.
FGD ini menjadi bentuk nyata komitmen Ditjen Imigrasi dalam menjalankan fungsi tidak hanya sebagai penegak hukum di perbatasan, tetapi juga sebagai institusi yang proaktif membina dan melindungi masyarakat dari potensi kejahatan imigrasi. (ALS)







