6 Fakta Kasus Kematian Dosen Cantik di Semarang, Nomor 1 Polisi Cari Sisa Sperma AKBP Basuki

HALLONEWS.COM – Penyelidikan kasus kematian dosen Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Semarang, Dwinanda Linchia Levi terus berjalan.

Dosen cantik berusia 35 tahun itu ditemukan meninggal dunia tanpa busana di kamar hotel pada Senin 17 November 2025, sekitar pukul 05.30 WIB. Basuki adalah orang pertama yang menemukan jasad korban.

Polisi masih menyelidiki ada tidaknya keterlibatan AKBP Basuki di kasus ini. Basuki sendiri sudah dijatuhi hukuman patsus selama 20 hari dan dicopot dari jabatannya sebagai Kasubdit Dalmas Ditsamapta Polda Jateng.

Advertisements
Banner Hardee new

Berikut fakta baru kasus kematian Levi yang menyeret AKBP Basuki.

1. Polisi Cari Sisa Sperma AKBP Basuki

Polisi menaruh perhatian besar pada pencarian sisa cairan sperma yang diduga berasal dari AKBP Basuki, perwira polisi yang sebelumnya diketahui berada di lokasi sebelum korban ditemukan tak bernyawa.

Langkah ini menjadi fokus utama penyidikan karena hasil forensik terhadap cairan tubuh di tempat kejadian perkara (TKP) dinilai dapat menjelaskan urutan peristiwa sebelum korban meninggal.

2. Biayai Pendidikan S3 Dosen

Polisi telah memeriksa tiga saksi kunci dan mendalami hubungan korban dengan AKBP Basuki yang telah melanggar kode etik berat.

Dari informasi yang dihimpun, AKBP Basuki disebut turut membiayai pendidikan korban serta tinggal bersama dalam beberapa kesempatan.

“Untuk yang bersangkutan ini kan melakukan pelanggaran kode etik berat ya, di mana ini merupakan pelanggaran kesusilaan dan juga pelanggaran perilaku di masyarakat. Oleh karena itu nanti putusan dari hakim bisa terendah sampai yang terberat dari bisa penundaan kenaikan pangkat, demosi atau mungkin yang paling berat adalah PTDH,” kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng) Kombes Pol Artanto.

3. AKBP Basuki Bawa Korban ke Rumah Sakit

Polisi menemukan sejumlah fakta penting dalam kasus ini. Salah satunya, AKBP Basuki sempat membawa korban ke Rumah Sakit Telogorejo Semarang sebelum akhirnya korban ditemukan meninggal di kamar kostel.

Polda Jateng telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) lanjutan pada Sabtu, 22 November 2025. Olah TKP melibatkan Tim Inafis Polrestabes Semarang, Inafis Polda Jateng, serta Bid Labfor Polda Jateng. Selain TKP kamar kostel, penyidik juga melakukan pemeriksaan terhadap mobil milik AKBP Basuki pada Senin (24/11/2025).

4. 2 Tahun Lagi Pensiun

AKBP Basuki dua tahun lagi akan purna dari tugas anggota Polri. Perwira menengah ini terancam mendapat sanksi Pemberhentian Tidak dengan Hormat (PTDH) dalam kasus kematian Levi.

Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto mengatakan proses sidang etik terhadap AKBP Basuki akan dipercepat.

5. Korban 1 KK dengan AKBP Basuki

Kasus kematian Levi menyisakan banyak pertanyaan. Salah satu kejanggalan yang terungkap adalah identitas korban yang tercatat dalam satu kartu keluarga (KK) dengan AKBP Basuki.

Levi dan AKBP Basuki telah terdaftar dalam satu KK sejak tahun 2022, meskipun ia belum mengetahui bagaimana korban bisa terdaftar bersama perwira polisi tersebut.

6. Mobil AKBP Basuki Digeledah

Polisi menggeledah mobil pribadi milik AKBP Basuki, saksi kunci kematian Levi.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Artanto mengatakan penggeledahan dilakukan terhadap kendaraan jenis Toyota Avanza pada Senin (24/11).

“Tim melaksanakan olah TKP (penyelidikan lapangan, red) terhadap kendaraan yang dimiliki AKBP B. Kami menggeledah isi mobil tersebut,” ujar Artanto.

Dalam penggeledahan itu, polisi menemukan pakaian milik AKBP Basuki, obat-obatan, sebuah tas perempuan, serta struk pembayaran parkir Rumah Sakit Tlogorejo tertanggal 16 November 2025.

“Struk parkir tersebut sinkron dengan hasil pemeriksaan bahwa AKBP B bersama saudari D datang ke Rumah Sakit Tlogorejo untuk berobat,” katanya.

Obat-obatan yang ditemukan telah dikirimkan ke Laboratorium Forensik Polda Jawa Tengah untuk memastikan jenisnya ilegal atau sesuai dengan reaep dokter.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *