HALLONEWS.COM — Polemik mengenai keaslian ijazah Presiden Joko Widodo kembali ramai diperbincangkan di media sosial, apalagi setelah mantan Wakil Menteri Luar Negeri sekaligus diplomat senior Dino Patti Djalal mengunggah pendapat yang langsung menuai perhatian publik.
Dalam unggahannya pada Rabu (19/11), Dino menilai bahwa perkara “Jokowi vs Roy Suryo” pada dasarnya merupakan pertarungan dua narasi yang saling bertentangan. Ia menekankan pentingnya kepastian sejarah demi menghindari kebingungan generasi mendatang.
“Kalau ijazah Jokowi terbukti sah dan asli, berarti Roy Suryo cs melakukan fitnah keji. Tapi kalau ijazah tidak sah/palsu, berarti Jokowi lakukan penipuan terhadap negara… Antara dua versi ini, hanya satu yang benar,” tulis Dino dalam akun pribadinya yang dikutip HALLONEWS, Rabu (19/11/2025).
Unggahan tersebut langsung memancing berbagai tanggapan warganet. Salah satu komentar yang paling disorot datang dari akun bernama FreePalestine, yang menyinggung pentingnya sikap negarawan dalam merespons tuduhan sensitif terkait riwayat pendidikan.
“Demi sejarah yang baik dari mantan presiden RI… seharusnya meniru sikap Arsul Sani saat dituduh ijazahnya,” tulis pengguna tersebut.
Komentar itu merujuk pada kasus yang pernah menimpa politisi Arsul Sani, di mana ia memilih memberikan klarifikasi terbuka serta menunjukkan dokumen edukasi secara langsung ketika muncul tuduhan serupa. Sikap tersebut dinilai sebagai contoh transparansi yang menenangkan publik dan meredakan polemik.
Pernyataan warganet ini menambah dinamika diskusi daring, di tengah desakan sebagian masyarakat agar kebenaran terkait isu ijazah Presiden Jokowi dipastikan melalui proses hukum maupun klarifikasi resmi.
Hingga kini, perkara yang melibatkan Roy Suryo masih menjadi perhatian luas, menandakan betapa sensitifnya isu rekam jejak pendidikan bagi figur publik.(w-2)







