HALLONEWS.COM – Badan Narkotika Nasional (BNN) RI menerima kunjungan Delegasi Pemerintah Federasi Rusia ke kompleks fasilitas BNN di Lido, Jawa Barat.
Kunjungan ini merupakan bagian dari program kerja sama peningkatan kapasitas penegakan hukum dan penanganan narkotika antara Indonesia dan Rusia.
Delegasi Rusia dipimpin oleh Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia, H.E. Mr. Sergei Tolchenov, didampingi Attaché Kedutaan Besar Rusia, Mr. Anton Tikhomirov, Tenaga Ahli Kedutaan Rusia, Egor Kim, dan Police Attaché, Grigory Borisov.
Turut hadir tim instruktur dari Kementerian Dalam Negeri Federasi Rusia: Kolonel Polisi Alexey Stukalov, Kolonel Polisi Svetlana Zemtsova, serta Letnan Kolonel Polisi Maria Oplesnina.
Agenda kunjungan dimulai di Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia (PPSDM) BNN, tempat delegasi menerima penjelasan tentang program peningkatan kompetensi aparatur, sistem pelatihan terpadu, dan strategi penguatan SDM dalam penanganan kasus narkotika.
Rombongan kemudian meninjau Fasilitas K9 Handler BNN dan menyaksikan demonstrasi kemampuan anjing pelacak dalam mendeteksi narkotika. Delegasi mengapresiasi profesionalisme tim K9 serta teknologi pendukung yang digunakan dalam operasi di lapangan.
Kunjungan berlanjut ke Laboratorium Narkotika BNN, di mana para pejabat Rusia mendapatkan paparan mengenai standar ilmiah pengujian laboratorium, metode analisis, dan kontribusi laboratorium sebagai bagian penting dari proses pembuktian ilmiah dalam penyidikan tindak pidana narkotika.
Sebagai penutup, delegasi mengunjungi Balai Besar Rehabilitasi BNN untuk melihat layanan rehabilitasi terpadu, mulai dari asesmen medis, intervensi psikososial, hingga program reintegrasi sosial. Delegasi menilai pendekatan rehabilitatif BNN bersifat komprehensif dan potensial menjadi model kolaborasi dalam penanganan pengguna narkotika.
Dalam kesempatan terpisah, Kepala BNN RI, Komjen Pol. Suyudi, menegaskan bahwa kunjungan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat kerja sama bilateral dalam menghadapi ancaman narkotika yang semakin kompleks.
“Kolaborasi internasional, termasuk dengan Federasi Rusia, sangat penting untuk meningkatkan kemampuan intelijen, penegakan hukum, serta pengembangan teknologi dalam pemberantasan narkotika. BNN terbuka terhadap kerja sama yang membawa manfaat nyata bagi keamanan masyarakat,” ujar Komjen Suyudi.
Kerja sama yang dapat dikembangkan meliputi pelatihan teknis, transfer pengetahuan investigasi modern, dukungan teknologi penegakan hukum, hingga pengembangan infrastruktur pendukung pemberantasan narkotika.
Kunjungan ini diharapkan memperkuat pemahaman bersama dan membuka peluang kolaborasi yang lebih strategis, komprehensif, serta berdampak nyata bagi penanggulangan narkotika di Indonesia. (gin)







