I-CAN, Wujudkan Solusi Berbasis Alam Untuk Masa Depan Berkelanjutan

HALLONEWS.COM – Institut Pertanian Bogor (IPB) University luncurkan IPB Centre for Applied Research in Nature based Solutions (I-CAN).

I-CAN merupakan sebuah pusat penelitian multidisiplin yang didedikasikan untuk mengubah paradigma ekonomi hutan di Indonesia dari metode ekstraktif menuju pengelolaan hutan yang produktif dan adil berbasis alam.

Solusi ini ditawarkan, setelah berbagai pendekatan konservasi dalam melindungi alam, belum nampak maksimal dalam hal pelibatan masyarakat sekitar hutan yang bergantung dari hasil hutan.

Advertisements
Banner Hardee new

Prof Dodik Ridho Nurrochmat, Dekan Pasca Sarjana IPB kepada wartawan Senin 24 November 2025 di ruang Kenanga, Lt loby Hotel Santika Botani Square mengatakan, solusi berbasis alam (Nature-based Solutions/NbS) yang dirancang, menawarkan strategi iklim yang kuat, adaptif dan efisien biaya.

“Efektifitas NbS bergantung pada bagaimana masyarakat digerakkan untuk melindungi, memulihkan dan mengelola ekosistim. Lanskap uang sudah degradasi, bisa pulih dan produktif, bernilai dan berkelanjutan,” kata Prof Dodik.

Ia menegaskan, I-CAN berbasis di Fakultas Kehutanan IPB University dan memiliki fokus utama pada solusi berbasis alam (nature-based solutions).

Prof Dodik menegaskan, tujuan utama I-CAN yakni menggeser cara pandang pengelolaan hutan dari sekadar ekstraksi sumber daya menjadi pendekatan yang lebih produktif dan berkelanjutan, sambil memastikan pembagian manfaat yang adil.

“Melakukan penelitian terapan untuk menghasilkan solusi inovatif yang dapat diimplementasikan untuk keberlanjutan hutan di Indonesia,” tegasnya.

I-CAN juga membangun kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan dalam pengelolaan sumber daya alam yang responsif terhadap dinamika tantangan saat ini.

Data menunjukkan, dari 8,3 juta ha perhutanan sosial yang dikelola oleh 15.758 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS), baru 1.470 atau 9 persen yang berhasil mengelola secara produktif.

“Jika dikelola dengan data yang kuat, perhutanan sosial bisa menjadi sumber pendapatan stabil. Ini peluang,” ujarnya.

Ditambahkan, I-CAN juga memfasilitasi kerja sama antara fakultas, pemerintah seperti Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Kelautan dan Perikanan, dan pihak terkait lainnya untuk mengatasi masalah kehutanan yang kompleks.

Bagi Prof Dodik, semua upaya I-CAN dirancang, untuk mendukung dan memperkuat kebijakan nasional.

Data menunjukkan, hutan Indonesia adalah aset yang strategis dan berharga. Menjadi penopang ekonomi pedesaan.

“Melalui inisiatif I-CAN, IPB University bertujuan untuk memberikan kontribusi nyata dalam tata kelola kehutanan nasional yang lebih terbuka, berbasis data, dan berkelanjutan,” katanya

“Secara keseluruhan, I-CAN berfungsi sebagai wadah untuk mendorong inovasi dan praktik terbaik dalam manajemen kehutanan yang lestari di Indonesia,” ujarnya lagi.

Sementara Prof Naresworo Nugroho, Dekan Fakultas Kehutanan dan Lingkungan IPB University menegaskan, I-CAN berkolaborasi dengan lembaga riset internasional demi mendukung NbS.

“Kami dapat dana hibah dari dunia Internasional. I-CAN akan menata kelola hutan hijau yang inklusif untuk meningkatkan daya dukung masyarakat,” kata Prof Naresworo. (yopy)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *