Imigrasi Soetta Perkuat Garda Depan Negara Lewat Inovasi Keimigrasian Terpadu

HALLONEWS.COM– Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Soekarno-Hatta kembali unjuk gebrakan.

Kepala Kantor Imigrasi Soetta, Galih P. Kartika Perdhana mengatakan sembilan inovasi baru diluncurkan sebagai langkah percepatan reformasi layanan publik dan pengawasan keimigrasian.

“Terobosan ini menegaskan komitmen Soetta membangun birokrasi modern, bersih, dan adaptif dalam memperkuat Zona Integritas menuju WBK dan WBBM,” katanya dalam keterangan diterima pada Jumat (14/11/2025).

Advertisements
Banner Hardee new

Menurutnya, peluncuran dihadiri sejumlah pemangku kepentingan Bandara Soekarno-Hatta, mulai Polresta Bandara, Bea Cukai, Otoritas Bandara, Angkasa Pura, hingga Karantina.

“Kolaborasi ini menegaskan bahwa inovasi Imigrasi Soetta bukan sekadar pembaruan teknis, tetapi penguatan tata kelola lintas sektor demi pelayanan yang makin kredibel,” ujarnya.

Galih menjelaskan, sembilan inovasi tersebut dirancang untuk mempercepat layanan, menutup celah penyalahgunaan, dan mendorong digitalisasi penuh.

Di antaranya SATU, sistem administrasi tata usaha berbasis web yang menyatukan seluruh proses penatausahaan dalam satu pintu.

Lalu PINTU ABG, layanan terpadu untuk Anak Berkewarganegaraan Ganda yang menjamin proses afidavit dan paspor lebih cepat dan efisien.

Kemudian PRIMA, standar konferensi pers agar informasi publik tersampaikan seragam dan profesional.

Ada juga NGOPI PIMPASA, forum dialog Imigrasi Soetta bersama masyarakat tingkat kelurahan untuk edukasi pencegahan TPPO dan TPPM.

Transformasi digital juga diperkuat lewat Immigration Care, layanan informasi dan pengaduan real time pengguna jasa bandara.

Soetta Pintar mencatat PNBP secara terintegrasi, sedangkan SIGAPP menjadi platform analisis penundaan keberangkatan calon PMI non-prosedural.

Diikuti DASCO, dashboard monitoring pengaduan lintas kanal resmi, dan SIBIMAS, pengawasan digital media sosial untuk mendukung intelijen.

“Ini jawaban atas tuntutan zaman yakni cepat, transparan, dan akuntabel. Digitalisasi pengawasan juga memastikan kedaulatan negara tetap terjaga,” jelasnya.

Ia menambahkan, dengan sembilan inovasi tersebut, Imigrasi Soetta menegaskan diri sebagai garda depan penjagaan pintu gerbang Indonesia.

“Transformasi ini tidak hanya memudahkan masyarakat, tetapi sekaligus memperkuat integritas dan mempertegas komitmen pelayanan terbaik bagi negara,” pungkasnya. (ALS)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *