HALLONEWS.COM– Kepadatan rumah tahanan (rutan) dan lembaga pemasyarakatan (lapas) di Indonesia semakin memprihatinkan. Namun, kondisi itu tak membuat Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemen Imipas), Mashudi, patah semangat.
Dirjenpas KemenImipas Mashudi memastikan, tujuh lapas dan rutan baru bakal rampung pada Desember 2025. Fasilitas tersebut ditargetkan menampung sekitar 4.500 warga binaan guna mengurangi kelebihan kapasitas di berbagai lapas dan rutan di Tanah Air.
“Kami berharap, mohon doanya, mudah-mudahan pada 31 Desember nanti tujuh lapas dan rutan itu sudah selesai. Dengan begitu, kita bisa mengurangi over kapasitas yang selama ini terjadi,” kata Dirjenpas Mashudi dalam keterangan, Minggu (2/11)2025).
Menurutnya, tujuh lapas dan rutan baru itu akan dibangun di beberapa daerah, yakni Kumbang (Nusakambangan), Bagansiapiapi, Lhokseumawe, Jambi, Semarang, Solo, dan Pagaralam.
Selain itu, kapasitas totalnya dapat menampung ribuan warga binaan. “Yang bertingkah itu masih kosong, banyak. Jadi kita siapkan tempat yang lebih layak,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, Mashudi menargetkan 14 lapas dan rutan baru juga akan rampung pada tahun 2026. Pembangunan tersebut akan menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan standar keamanan modern.
“Kita targetkan satu tahun harus jadi,” tegasnya.
Selain pembangunan fisik, Mashudi menyoroti pentingnya peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) di lingkungan pemasyarakatan. Menurutnya, selama hampir satu dekade terakhir, pelatihan bagi petugas pemasyarakatan masih minim.
“Sejak 2014, pegawai baru tidak mendapat pelatihan. Banyak yang lulusan SMA langsung jaga di lapas tanpa pembekalan memadai,” ungkapnya.
Untuk itu, kata dia, Ditjenpas berkomitmen melakukan pendidikan dan pelatihan intensif bagi seluruh petugas.
“Kita akan ajarkan satu per satu. Bagaimana penjagaan yang benar, patroli, hingga penggeledahan,” tukasnya.
Dengan sederet langkah tersebut, ia berharap wajah pemasyarakatan Indonesia bisa semakin humanis, modern, dan profesional. “Semua dibenahi,” pungkasnya. (ALS)







