Luncurkan Re-Link, Kepala BNN : “Rehabilitasi Harus Dekat, Humanis, dan Tanpa Stigma”

HALLONEWS.COM – Badan Narkotika Nasional (BNN) resmi meluncurkan Re-Link (Rehabilitasi Keliling), sebuah layanan rehabilitasi bergerak yang dirancang untuk menjangkau masyarakat hingga ke pelosok.

Program Re-Link ini menjadi terobosan penting dalam strategi pemulihan berbasis kemanusiaan, yang menurut Kepala BNN Komjen Suyudi Ario Seto, harus menjadi fondasi dalam perang melawan narkotika.

Dalam keterangannya, Suyudi menegaskan bahwa tidak semua orang mampu datang ke fasilitas rehabilitasi resmi, dan tidak semua orang berani mencari bantuan karena rasa malu maupun takut menghadapi stigma.

Advertisements
Banner Hardee new

“Re-Link hadir untuk membuka pintu selebar mungkin. Kami tidak ingin masyarakat merasa sendirian atau dihakimi. Rehabilitasi adalah tempat untuk pulih, bukan untuk dihukum,” ujarnya.

Re-Link dioperasikan melalui armada layanan keliling yang dilengkapi dokter, perawat, konselor adiksi, serta fasilitas skrining narkotika dan konseling privat. Layanan ini mampu menjangkau kampung-kampung, sekolah, pusat keramaian, hingga kawasan rawan narkotika — lokasi yang selama ini sulit terjangkau layanan rehabilitasi formal.

Suyudi menjelaskan bahwa penggunaan huruf K pada kata Re-Link bukan hanya mewakili “rehabilitasi keliling”, tetapi juga menyimbolkan link atau penghubung. “Re-Link adalah jembatan. Kami menghubungkan kembali individu dengan dukungan sosial, keluarga, layanan lanjutan, serta harapan untuk masa depan yang lebih baik,” katanya.

Re-Link menyediakan berbagai layanan cepat dan mudah, antara lain:

Skrining dan asesmen awal
Konseling singkat serta motivasional
Layanan SHKPN
Rujukan ke IPWL, Tele-Rehab, Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM), serta Balai Rehabilitasi BNN
Pendampingan humanis tanpa stigma dan tanpa biaya
Menurut Komjen Suyudi, salah satu misi besar BNN saat ini adalah memastikan pemulihan menjadi lebih dekat dengan masyarakat. Ia menekankan bahwa pendekatan represif saja tidak cukup.

“War on Drugs harus dilakukan dengan pendekatan humanis. Kita tidak hanya memerangi peredaran gelap, tapi juga menyelamatkan korban penyalahgunaan. Setiap orang berhak untuk pulih,” tegasnya.

Ia juga mengimbau masyarakat yang membutuhkan bantuan agar tidak ragu mendatangi Re-Link ketika hadir di wilayah mereka. “Kalau Anda atau orang terdekat membutuhkan pertolongan, datanglah. Kami hadir bukan untuk menakut-nakuti, tetapi untuk membantu Anda pulih dan bangkit,” tambahnya.

BNN berharap Re-Link dapat memperluas akses pemulihan dan memperkuat komitmen menuju Indonesia Bersinar — Indonesia yang bersih dari penyalahgunaan narkotika.(gin)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *