HALLONEWS.COM – Natal Nasional 2025 yang dinahkodai Maruarar Sirait (Ara), belum juga terlaksana, tapi aroma solidaritas Palestina, sudah berhembus kencang.
Hal ini lantaran pernyataan Ara yang akan mengalokasikan uang persembahan bagi warga Palestina atas nama kemanusiaan.
Brian L Yosafat Samosir, peneliti Indonesia government watch (IGoWa) mengatakan, perayaan Natal Nasional 2025 digelar atas prakarsa pemerintah, dengan tujuan yang mulia.

“Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bang Ara sebagai ketua panitia. Ini wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap masyarakat,” kata Brian Senin 24 November 2025.
Bahkan demi menjamin lancarnya acara sakral bagi umat Kristiani setiap tahun ini, dikeluarkan Keputusan Menteri Agama RI Nomor 1544 Tahun 2025.
Ara dalam sebuah kesempatan kepada wartawan menegaskan, Natal tahun ini bukan hanya perayaan iman, tetapi juga perwujudan kepedulian nyata terhadap penderitaan rakyat Palestina yang terus menghadapi situasi kemanusiaan yang berat.

“Persembahan Natal itu diberikan kepada Dubes Palestina. Kita melihat itu bukan masalah agama tapi masalah kemanusiaan,” kata Ara.
“Niat kemanusiaan Ara baik, kedepankan semangat kemanusiaan, tapi sayang dia lupa penderitaan dalam negeri,” kata Brian menjelaskan.
Brian menyampaikan perspektif kritis, bahwa semangat solidaritas global yang mengemuka dalam Natal Nasional harus berjalan seimbang dengan tanggung jawab negara terhadap rakyatnya sendiri, terkhusus masyarakat Kristen yang masih hidup dalam keterbatasan ekstrem.
Brian juga menyebutkan jika sejak dulu sebagai sebuah negara, Indonesia secara konsisten memberi dukungan terhadap Palestina.
“Februari lalu dalam sebuah kampanye, Kemlu hadir sebagai fasilitator penggalangan dana sebanyak USD 200 juta atau sekitar Rp 3,2 triliun untuk membantu Palestina,” sebut Brian.
Pada bulan Juli, Pemerintah Indonesia menyalurkan bantuan 10.000 ton beras kepada Palestina sesuai arahan Presiden Prabowo.
Lalu bulan Agustus bertepatan dengan HUT RI, Indonesia melalui misi airdrop mengirimkan bantuan kemanusiaan untuk Gaza dengan total 17,8 ton bantuan meliputi kebutuhan pokok, makanan siap saji, perlengkapan kesehatan, dan selimut.
“Contoh diatas dukungan nyata. Kita konsisten sikapnya untuk Palestina. Jadi tidak hanya politik tapi aksi kemanusiaan juga,” tegasnya.
Terkait Natal, Brian mempertanyakan mengapa bantuan tidak difokuskan ke dalam negeri, khususnya kepada masyarakat Kristen yang tersebar di wilayah 3T.
Menurut Brian, fokus bantuan seharusnya diarahkan ke daerah-daerah yang masih berjuang keras mengejar ketertinggalan.
Bagi peneliti IGoWa ini, populasi Kristen sangat signifikan di Provinsi Papua, Maluku, dan Nusa Tenggara, wilayah yang masuk kategori 3T (terdepan, terluar, tertinggal).
Data BPS mencatat angka kemiskinan tinggi di Papua secara keseluruhan 19,16 persen, Papua Pegunungan 30,03 persen, Maluku 15,38 persen, dan Nusa Tenggara Timur (NTT) 19,02 persen, jauh di atas rata-rata nasional 9,36 persen.
Tidak hanya kemiskinan, keterbatasan fasilitas pendidikan, akses kesehatan, dan infrastruktur sosial masih menjadi kenyataan sehari-hari bagi ribuan keluarga.
“Betul Natal adalah berbagi kasih dan memperjuangkan kehidupan yang lebih adil, tapi harus jujur juga melihat fakta,” ujarnya.
Dalam perspektif iman kekristenan, peneliti IGoWa ini mengutip nats Alkitab, Galatia 6:10: “Karena itu, selama masih ada kesempatan bagi kita, marilah kita berbuat baik kepada semua orang, tetapi terutama kepada kawan-kawan kita seiman.”
Ayat tersebut, menurut Brian, menegaskan bahwa prioritas moral harus dimulai dari membantu mereka yang paling dekat sebelum memperluas jangkauan keluar.
“Solidaritas untuk Palestina tetap penting, tetapi efektivitas bantuan harus ditimbang dengan benar,” jelasnya.
Secara terpisah, Permadi Arya mempertanyakan Ara selama ini diam, ketika umat Kristiani ditindas.
“Bang Ara gereja ditolak diam, ijin gereja susah, ngga ada suaranya, kemana saat umat lagi beribadah dipersekusi. Jangan semut diseberang lautan bang Ara lihat, sedangkan gajah di pelupuk mata tak tampak,” kata Permadi. (yopy)







