HALLONEWS.COM – Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Suyudi Ario Seto, mengingatkan bahwa pemuda Indonesia rentan terpengaruh narkoba karena faktor pertemanan. Sebab, masa remaja yang labil dapat dimanfaatkan oleh bandar narkoba.
“Pemuda Indonesia rentan terpengaruh narkoba karena faktor pertemanan. Sebab, masa remaja itu labil dan bisa dimanfaatkan oleh bandar narkoba, “kata Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Suyudi Ario Seto kepada Hallonews.com, Minggu (2/11/2025).
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Komjen Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa data angka prevalensi penyalahgunaan narkoba sebesar 1,73% atau sekitar 3,33 juta jiwa, dengan mayoritas adalah kategori coba pakai karena faktor teman dan rasa penasaran.
“Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa 85,5% penyalahguna terpengaruh karena faktor pertemanan,”ujar mantan Kapolda Banten ini.
Suyudi berpesan kepada pemuda untuk selektif dalam menjalin pertemanan dan menghindari jerat narkoba. Ia juga mengajak pemuda untuk menjadi relawan atau pejuang muda anti-narkoba untuk menggelorakan semangat perlawanan terhadap para bandar.
“Perjuangan generasi muda saat ini adalah menjaga diri dan lingkungan dari penyalahgunaan narkoba, yang menjadi ancaman kemanusiaan dan kemajuan bangsa,”ungkap mantan Waka Polda Metro Jaya ini.
Suyudi menjelaskan bahwa narkoba dapat berdampak luas pada kehidupan pemuda, termasuk kesehatan, sosial, ekonomi, dan keamanan bangsa. “Saya mengingatkan tentang pesatnya pertumbuhan NPS (New Psychoactive Substances) dan temuan BNN tentang cairan vape yang mengandung narkotika,”pungkasnya.
Sementara Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni, Raffi Ahmad, menekankan bahwa pemuda Indonesia memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan bangsa dan mempromosikan nilai-nilai positif. Ia juga menyambut baik program-program pemerintah untuk mempersiapkan generasi muda unggulan.
“Indonesia memiliki sekitar 64 juta pemuda (usia 16—30 tahun) atau sekitar 27,6% dari total penduduk (BPS 2024), ini adalah kekuatan sosial yang dapat menentukan arah budaya dan peradaban bangsa.” kata Raffi Ahmad.(kevin)







