HALLONEWS.COM – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyoroti masih minimnya fasilitas rehabilitasi bagi pecandu narkoba di berbagai daerah.
Ia menegaskan, pemerintah akan segera menambah jumlah pusat rehabilitasi di seluruh Indonesia sebagai langkah memperkuat penanganan penyalahgunaan narkotika.
“Saya kira perlu tambahan pusat-pusat rehabilitasi. Ada beberapa kabupaten yang belum punya, kita harus segera lengkapi,” ujar Prabowo Kamis (30/10/2025).
Prabowo menilai, rehabilitasi merupakan kunci pemulihan bagi para pengguna narkoba agar dapat kembali berfungsi di masyarakat.
Ia juga menekankan pentingnya peran seluruh elemen bangsa dalam memerangi peredaran narkoba yang semakin mengkhawatirkan.
“Jangan hanya mengandalkan Polri atau BNN. Ini kerja seluruh bangsa. Orang tua, guru, ketua RT, kepala desa semua harus ikut bergerak,” tegasnya.
Prabowo juga mengingatkan masyarakat agar tidak ragu melapor ke polisi apabila menemukan indikasi peredaran narkoba di lingkungan sekitar.
“Begitu ada indikasi, lapor segera. Jangan biarkan anak-anak kita rusak dan kehilangan masa depan,” ucapnya.
Senada dengan Presiden, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa penguatan fasilitas rehabilitasi menjadi bagian penting dalam strategi nasional pemberantasan narkoba.
Dalam kegiatan pemusnahan 214,8 ton barang bukti narkoba yang disaksikan langsung oleh Presiden, Kapolri menyampaikan bahwa saat ini terdapat 615 lembaga rehabilitasi di Indonesia, terdiri atas 393 lembaga rehabilitasi medis dan 222 lembaga rehabilitasi sosial.
“Namun, belum semua kabupaten/kota memiliki fasilitas rehabilitasi yang memadai. Karena itu, diperlukan kerja sama lintas kementerian dan pemerintah daerah,” jelas Sigit.
Ia menambahkan, rehabilitasi yang baik akan membantu pecandu sembuh dari ketergantungan dan mencegah kekambuhan, sedangkan fasilitas yang tidak layak justru berpotensi membahayakan pasien.
“Penguatan sistem rehabilitasi narkoba menjadi prioritas nasional dalam membangun generasi muda Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing,” pungkasnya.







