Tutup 1.400 Lubang PETI, Kementrian Kehutanan : Jangan Kasih Kaya Pemodal

HALLONEWS.COM – Direktur Penindakan Pidana Kehutanan, Rudianto Saragih Napitu, mengatakan, terdapat sekitar 1.400 tambang emas ilegal atau Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS).

Para PETI ini bekerja, karena adanya peran pemodal sebagai mastermind dalam aktivitas tambang ilegal ini.

Penegasan Rudianto ini, saat melakukan penutupan 88 lubang tambang di TNGHS. Galian ilegal ini berada di area Blok Gunung Peti dan Cibuluh-Sinar Resmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Advertisements
Banner Hardee new

“Ada pemodal yang menjalankan kejahatan ini. Masyarakat yang rentan secara struktur ekonomi, lalu digunakan untuk aktivitas ilegal di lapangan sebagai penambang,” katanya kepada wartawan di area TNGHS, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, kemarin.

Rudianto menegaskan, saat ia dan unsur terkait melakukan penutupan 88 lubang tambang ilegal, setelah adanya pendataan atas 1.400 tambang emas ilegal dilakukan oleh Kementerian Kehutanan.

“Pendataan lubang di TNGHS ini telah dilakukan Kementerian Kehutanan, itu diperkirakan 1.400 lubang. Itu ada modelnya vertikal ke bawah dan di bawah menjadi horizontal, ada yang masuk tebing dulu baru menanjak,” kata Rudianto.

Kementerian akan melakukan penutupan tambang ilegal secara bertahap kedepan, seperti beberapa waktu lalu menutup 200 PETI di TNGHS.

Menurutnya, aktivitas PETI tersebut hanya sekadar menguntungkan pemodal, bukan masyarakat yang menjadi buruh gali tambang ilegal tersebut.

Rudianto menegaskan, kemitraan dalam hal positif, pasti didukung pemerintah. Tapi kalau
malah merusak dan mengeksploitasi alam, maka pasti dilarang.

“Kami tidak menghalangi kemitraan konservasi, tetapi bercocok tanam jangan mengeksploitasi. Kementerian itu garis besarnya di situ. Masyarakat ini hanya (terbuai) janji, dapat uang cepat yang paling dapat untung banyak itu kan beneficial ownership-nya,” tegas Rudianto. (yopy)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *