Barang Bukti Tabung LPG Sitaan Menyusut, Masyarakat Minta Polisi Transparan

HALLONEWS.COM – Operasi Polisi dalam mengungkap oplosan gas elpiji subsidi 3 Kg ke bisnis 12 Kg disorot masyarakat.

Ada kecurigaan masyarakat terkait pengungkapan gas oplosan dengan bukti yang berbeda.

LSM Kemilau Cahaya Bangsa Indonesia (KCBI) meminta Polsek Cileungsi, agar transparan soal barang bukti tabung gas yang disita saat berlangsung operasi beberapa waktu lalu.

Advertisements
Banner Hardee new

Kampung Kirab di Desa Cileungsi Kidul dan Kampung Rawa Jamun, di Desa Daeyuh, tempat dimana polisi berhasil menyita ratusan tabung berbagai ukuran bersama alat suntik dan selang, sementara pelakunya lolos.

Ketua LSM KCBI, AM Sandi Bonardo kepada wartawan mengatakan, jumlah tabung yang berisi gas setelah tiba di Mapolsek, ternyata berkurang.

Susutnya barang bukti ini, harus dijelaskan secara transparan oleh kepolisian. Prosedur penanganan barang bukti, juga harus dijelaskan, agar masyarakat tidak melulu menaruh curiga, atas kinerja polisi, dalam memberantas praktik ilegal ini.

“Publik harus tau, tabung-tabung gas yang disita disimpan dimana. Apakah dijual melalui prosedur resmi, atau bagaimana. Atau tabung sedang disimpan ditempat aman. Ini harus dibuka secara transparan,” kata Sandi kepada wartawan.

Data KCBI, ada ribuan tabung LPG berbagai ukuran dan berisi gas yang diamankan polisi. Namun bagaimana penanganannya dan alur distribusinya, makin tidak jelas.

Sandi meminta, agar Polsek Cileungsi terbuka soal kecurigaan hilangnya tabung LPF berisi gas saat disita dalam operasi yang berlangsung berulang.

Ia juga mendesak Propam Polda Jabar dan Polres Bogor melakukan penyelidikan, agar citra Polri tidak dirusak oleh anak buah nakal.

Menyikapi hal ini, Kapolsek Cileungsi, Kompol Edison melalukan klarifikasi dengan mengundang beberapa media yang ia pilih untuk melakukan klarifikasi.

Dalam jumpa pers di Mapolsek Cileungsi, Kompol Edisonengatakan, tiga pelaku pengoplosan LPG di wilayah Cileungsi, Bogor, berhasil ia tangkap.

Pelaku bersembunyi dari penggerebekan. Polisi menyebut lokasi pengoplosan sangat tertutup dan para pelaku aktif berkomunikasi memantau situasi.

“Sebagai gambaran, rekan-rekan kita masuk ke lokasi tersebut sangat tertutup. Karena mereka menggunakan HT (handy talky) ataupun HP (handphone),” kata Kapolsek Cileungsi Kompol Edison, Jumat 17 Oktober 2025.

Menurut Kapolsek, es batu yang digunakan untuk mengoplos LPG dikirimkan dengan cara berkomunikasi melalui HT.

Ia mengatakan, setiap orang yang masuk ke lokasi pengoplosan, akan dilaporkan oleh tim pengintai. Hal itu ditujukan agar mencegah orang tak dikenal masuk.

Tiga pelaku pengoplosan gas LPG yang ditangkap Cileungsi, bertugas memindahkan isi tabung LPG subsidi 3 kg ke tabung 12 kg.

“Kemarin pada pukul 11.00 WIB, kami mendapati lokasi pengoplosan gas di daerah Kampung Cibeureum, Cileungsi Kidul, yang mana tempat ini bukan pertama kali, tapi ini tempat yang kedua kali kami gerebek,” kata Kompol Edison.

Barang bukti yang diamankan sekitar 160 tabung gas 3 kg. Kemudian 74 tabung gas 12 kg, 41 alat suntik dan satu timbangan elektrik serts empat buah HT.

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *