Grup 5 Kopassus Gelar Adat Mooli, Baksos, dan Pemeriksaan Kesehatan di Konawe Selatan

HALLONEWS.COM — Pelaksanaan acara adat Mooli disertai kegiatan bakti sosial dan pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar di lahan pembangunan Grup 5 Kopassus berlangsung aman dan lancar, Kamis (6/11). Kegiatan berlangsung di Gerbang Batas Desa Ambesea–Lalonggombu, Kecamatan Laeya, Kabupaten Konawe Selatan, mulai pukul 08.30 hingga 10.30 WITA.

Acara dihadiri sekitar 800 warga dari Kecamatan Laeya dan Lainea serta 20 personel perwakilan Grup 5 Kopassus. Sejumlah pejabat penting tampak hadir, di antaranya Bupati Konawe Selatan, Ketua DPRD Konsel, Wakil Bupati, Dandim 1417/Kendari, Danlanud Halu Oleo, Danlanal Kendari, Kapolres Konsel, Kajari Konsel, serta unsur Forkopimda lainnya. Hadir pula tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda setempat.

Rangkaian kegiatan dimulai dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi warga, dilanjutkan dengan ritual adat Mooli, yakni tradisi adat setempat untuk memohon restu leluhur saat memasuki wilayah baru. Usai pelaksanaan adat, dilakukan pemasangan patok batas lahan pembangunan Grup 5 Kopassus, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, serta sambutan dari Bupati Konawe Selatan dan Komandan Grup 5 Kopassus.

Advertisements
Banner Hardee new

Dalam sambutannya, Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo menyebut bahwa momentum tersebut merupakan peristiwa bersejarah bagi daerahnya.

“Ini adalah kebanggaan bagi Konawe Selatan. Setelah Sekolah Garuda di Konda, kini Grup 5 Kopassus akan dibangun di wilayah kita, tepatnya di Desa Ambesea dan Lalonggombu,” ujar Irham.

Irham menjelaskan makna adat Mooli sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur dan alam setempat agar pembangunan berjalan dengan berkah dan keselamatan. Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah akan terus berupaya membangun infrastruktur di wilayah tersebut.

“Kami berharap dalam dua sampai tiga tahun ke depan, desa ini akan tumbuh menjadi kota kecil yang berkembang dan meningkatkan perekonomian masyarakat,” katanya.

Sementara itu, Komandan Grup 5 Kopassus, Brigjen TNI Josep Dat Dariyamanta Surbakti menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat masyarakat dan dukungan pemerintah daerah.

“Kami menghormati adat dan budaya lokal melalui pelaksanaan Mooli. Ini wujud kemanunggalan TNI dengan rakyat,” ujar Josep.

Ia menjelaskan bahwa kehadiran Grup 5 Kopassus di Konawe Selatan merupakan bagian dari strategi pertahanan nasional berbasis pulau-pulau besar, namun juga diharapkan memberi dampak positif bagi ekonomi masyarakat.

“Kami akan melaksanakan latihan bersama negara sahabat di wilayah ini, agar budaya dan potensi daerah Konawe Selatan semakin dikenal di tingkat nasional dan internasional,” tambahnya.

Selain kegiatan adat dan sambutan, acara juga diisi dengan pembagian 400 paket sembako bagi warga Desa Ambesea dan Lalonggombu, masing-masing 200 paket.

Acara ditutup dengan foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan. Kegiatan berlangsung dengan tertib, penuh semangat kebersamaan, serta mencerminkan sinergi antara TNI dan masyarakat dalam membangun daerah. (wahyu)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *