Polri Perkuat Layanan Kesehatan dan Trauma Healing untuk Warga Longsor Majenang

HALLONEWS.COM- Operasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap, Jawa Tengah memasuki hari keempat.

Kapolres Cilacap Kombes Budi Adhy Buono mengatakan tim SAR gabungan, termasuk Polri, TNI, Basarnas, BPBD, dan relawan, terus memperkuat pencarian dengan fokus di sektor A2 dan A3.

“Hingga saat ini, sembilan korban telah ditemukan dan teridentifikasi, sementara 11 warga masih dalam pencarian,” katanya dalam keterangan pada Minggu (16/11/2025).

Advertisements
Banner Hardee new

Cuaca cerah memungkinkan perluasan galian, namun tanah lereng masih bergerak sehingga kehati-hatian menjadi prioritas.

“Polri memimpin briefing harian untuk menentukan jalur masuk aman, pembagian personel, serta titik kontrol guna mencegah risiko longsor,” ujarnya

Selain itu, di sektor A2, lokasi penemuan jenazah sebelumnya dijadikan acuan arah sebaran material longsor, sedangkan sektor A3 diperkuat dengan personel tambahan karena pola timbunan yang berlapis-lapis membutuhkan kerja manual lebih berat.

Pelayanan kesehatan terus diperkuat di RSUD Majenang dan pos kesehatan lapangan.

Petugas medis menangani cedera fisik, inhalasi debu, kelelahan, syok ringan, hipotermia, dan stres fisik warga lanjut usia maupun anak-anak.

“Jalur pasien dibagi tiga untuk mempercepat pelayanan yakni pemeriksaan cepat, tindakan ringan, dan rujukan langsung,” ucapnya.

Trauma healing diperluas dengan 15 personel Tim Trauma Healing Ro SDM Polda Jateng, didukung konselor Polresta Cilacap dan relawan psikososial.

Budi menjelaskan, tim melakukan pendekatan dari tenda ke tenda untuk memetakan kondisi emosional warga, sekaligus menyediakan aktivitas anak-anak agar mereka merasa aman kembali.

“Hingga malam sebelumnya, 48 warga telah menerima layanan aktif, dengan beberapa keluarga menjalani sesi konseling lanjutan,” kata dia.

“Sebanyak 155 personel Polri dikerahkan, termasuk 125 dari Polresta Cilacap dan 30 dari Brimob, dengan pola bergilir untuk menjaga stamina,” tambahnya.

Tak hanya itu, empat anjing pelacak K9 bekerja menandai titik potensial, disertai penggalian manual dan pemantauan retakan tanah.

“Anggota Sabhara dan Lantas mengatur arus kendaraan bantuan, sementara tim lain membersihkan jalur yang tertutup semak dan kayu,” paparnya.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan memastikan seluruh kekuatan Polri akan terus bekerja bersama BPBD, Basarnas, TNI, dan relawan hingga seluruh korban ditemukan.

“Masyarakat diimbau tetap tenang, menjauhi area tebing rawan, dan mematuhi arahan petugas demi keselamatan bersama,” pungkasnya. (ALS)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *