HALLONEWS.COM— Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) melakukan operasi pemusnahan ladang ganja seluas sekitar 3 hektare di Desa Rao-Rao Dolok, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara, pada Kamis (13/11).
Operasi pemusnahan ladang ganja seluas sekitar 3 hektare di Desa Rao-Rao Dolok, Kecamatan Tambangan, Kabupaten Mandailing Natal, Sumatera Utara ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Asta Cita Presiden RI dalam pemberantasan narkotika sekaligus mendukung program 100 hari kerja Kepala BNN RI, Komjen Suyudi Ario Seto.
Operasi gabungan ini melibatkan BNNP Sumatera Utara, BNNK Mandailing Natal, TNI, Polri, Satpol PP, Kejaksaan, serta unsur Forkopimda dan masyarakat setempat. Sebanyak 73 personel diterjunkan ke lokasi dengan medan berat yang hanya bisa ditempuh sekitar lima jam berjalan kaki dari pemukiman warga.
Dua titik ladang ganja ditemukan berdekatan — titik pertama seluas 0,5 hektare dan titik kedua seluas 2,5 hektare di ketinggian sekitar 940 meter di atas permukaan laut pada koordinat 0.749776°N, 99.687705°E.
Di lokasi tersebut, petugas memusnahkan sekitar 30.000 batang ganja setinggi 1–2 meter dengan perkiraan berat basah mencapai 30 ton. Seluruh tanaman ganja dimusnahkan dengan cara dicabut dan dibakar di tempat.
Kepala BNN RI Komjen Suyudi Ario Seto menegaskan bahwa operasi ini merupakan bentuk nyata kolaborasi lintas sektor dalam memerangi peredaran narkotika di wilayah rawan.
“Pemusnahan ladang ganja di Mandailing Natal ini adalah bukti nyata sinergi antara BNN, TNI, Polri, dan masyarakat dalam upaya memberantas narkoba sampai ke akarnya. Ini sekaligus menandai komitmen BNN untuk mempercepat pemulihan kawasan yang terdampak narkotika,” ujar Suyudi.
Suyudi juga menambahkan bahwa program 100 hari kinerja BNN difokuskan pada aksi nyata di lapangan, termasuk pemetaan wilayah rawan narkotika, pemberdayaan masyarakat, dan pemulihan lahan-lahan yang digunakan untuk menanam tanaman terlarang.
“Kami tidak hanya memusnahkan tanaman ganja, tetapi juga mengembalikan fungsi lahan agar bermanfaat bagi masyarakat. Edukasi dan pendampingan bagi warga akan terus dilakukan agar mereka beralih ke tanaman produktif yang bernilai ekonomi,” imbuhnya.
Kegiatan dimulai dengan apel gabungan di Kantor BNNK Mandailing Natal, diikuti oleh unsur TNI (4 personel), Polri (4), Satpol PP (5), Kejaksaan (2), BNNP (15), BNNK (20), masyarakat (20), dan media (3). Operasi berlangsung lancar dan aman hingga seluruh area tanaman ganja berhasil dimusnahkan.
BNN berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkesinambungan di berbagai daerah guna menekan peredaran gelap narkoba dan menguatkan komitmen Indonesia menuju Indonesia Bersinar (Bersih Narkoba).







