Jangan Anggap Sepele, Asam Urat Bukan Penyakit Tua dan Ini Bahayanya bagi Tubuh

HALLONEWS.COM – Asam urat selama ini sering disalahpahami sebagai penyakit orang lanjut usia dan menyebabkan nyeri pada jempol kaki atau sendi.

Padahal, menurut berbagai penelitian dan pakar internasional, hiperurisemia (kadar asam urat tinggi dalam darah) ternyata bisa menyebabkan kerusakan sistemik pada sendi, ginjal, hingga jantung.

Asam urat bukan saja mengganggu kenyamanan hidup, tapi juga meningkatkan risiko kecacatan dan kematian dini.

Advertisements
Banner Hardee new

Serangan asam urat biasanya datang tiba-tiba: nyeri menusuk, sendi memerah, bengkak, dan panas. Ketika serangan terjadi berulang, kristal urat terus menumpuk dan menyebabkan erosi sendi.

Dalam jangka panjang, asam urat berubah menjadi gout kronis, membentuk tophi (benjolan keras berisi kristal) yang mengganggu pergerakan dan memicu kerusakan sendi permanen.

Dampak asam urat tak berhenti pada sendi. Kristal yang sama juga akan terbentuk di ginjal dan menyebabkan batu ginjal, infeksi saluran kemih, hingga menurunnya fungsi ginjal secara bertahap.

Banyak penelitian menunjukkan bahwa pasien dengan asam urat tinggi memiliki risiko lebih besar mengalami penyakit ginjal kronis.

Hubungan ini seringkali bersifat dua arah: ginjal yang sudah melemah menyebabkan asam urat semakin tinggi, dan kadar asam urat tinggi memperburuk fungsi ginjal.

Yang paling mengerikan saat ini asam urat juga dikaitkan dengan risiko kardiovaskular.

Ahli reumatologi asal Amerika Serikat yang dikenal luas dalam penelitian gout, Dr. Hyon K. Choi menjelaskan bahwa kadar asam urat tinggi adalah “penanda stres metabolik sistemik” yang berhubungan erat dengan hipertensi, obesitas, diabetes, dan peningkatan risiko serangan jantung serta stroke.

Beberapa studi internasional bahkan menemukan bahwa pasien gout memiliki risiko kematian lebih tinggi dibanding populasi umum akibat peradangan kronis yang tak tertangani.

Pedoman American College of Rheumatology (ACR) menegaskan bahwa penanganan asam urat tak boleh hanya meredakan serangan akut. Terapi penurun urat jangka panjang diperlukan untuk menjaga kadar asam urat tetap di bawah target, mencegah pembentukan tophi, dan menekan kerusakan organ.

Selain itu, perubahan gaya hidup seperti mengurangi konsumsi daging merah, alkohol, minuman manis, serta menjaga berat badan ideal jadi bagian penting dalam manajemen penyakit.

Melihat luasnya dampak yang ditimbulkan, jelas bahwa asam urat bukan sekadar keluhan sementara. Ini adalah penyakit metabolik yang harus ditangani serius.

Konsultasi rutin dan pemeriksaan kadar asam urat, serta pengendalian faktor risiko kardiometabolik menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang. Jadi jangan abaikan asam urat Anda. (w-2/dari berbagai sumber)

Bagikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *